TALAUD |sorotfakta,com,proyek pergantian sejumlah jembatan di wilayah perbatasan Indonesia tepatnya di Kecamatan Essang, Pulau Karakelang, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, kini menjadi sorotan masyarakat dan tim investigasi media.
Proyek tersebut meliputi pembangunan Jembatan Essang 1, Jembatan Malarum Tabang, Jembatan Matane 1, serta Jembatan Pook, yang merupakan jalur vital penghubung transportasi masyarakat sekaligus akses menuju pelabuhan wisata dan perikanan di wilayah tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun tim investigasi sorotfakta, com, proyek ini menggunakan anggaran negara yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai kontrak mencapai sekitar Rp30, 938,085,000,00 miliar.
Pekerjaan proyek tersebut diketahui dilaksanakan oleh beberapa perusahaan kontraktor yaitu:
PT Nugroho Lestari
PT Adhi Mascipta Dwipantara
PT Garis Puti Sejajar
PT Panca Prakarsa Muliatama (KSO)
Proyek pergantian jembatan ini memiliki masa pelaksanaan selama 300 hari kalender, terhitung sejak Agustus 2025 hingga Februari 2026.
Namun berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan serta keterangan dari masyarakat setempat, hingga memasuki akhir masa pekerjaan, progres proyek tersebut dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Kondisi ini menimbulkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat Talaud, mengingat proyek tersebut merupakan bagian dari program pembangunan infrastruktur pemerintah pusat di wilayah perbatasan yang nilainya mencapai hampir Rp3 triliun.
Sejumlah warga menilai proyek tersebut sangat penting karena menjadi akses utama masyarakat serta jalur ekonomi sektor perikanan di Pulau Karakelang.
“Seharusnya proyek ini sudah menunjukkan perkembangan yang jelas karena waktunya sudah cukup lama berjalan, namun di lapangan belum terlihat optimal,” ujar salah satu warga kepada tim investigasi media ini.
Melihat besarnya nilai anggaran yang digunakan, publik kini mendesak adanya pengawasan serius dari lembaga negara, khususnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit dan pemeriksaan terhadap proyek tersebut.
Hal ini dinilai penting guna memastikan bahwa pelaksanaan proyek berjalan sesuai aturan, spesifikasi teknis, serta tidak menimbulkan potensi kerugian keuangan negara.
Sebagai media yang fokus pada pengawasan publik dan transparansi anggaran negara, sorotfakta, com, akan terus melakukan penelusuran dan investigasi terhadap perkembangan proyek tersebut.
Media ini juga membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada pihak kontraktor maupun instansi pemerintah terkait untuk memberikan penjelasan kepada publik mengenai progres pekerjaan proyek jembatan di Kecamatan Essang tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan pekerjaan proyek pergantian jembatan tersebut.
Tim investigasi sorotfakta, com, menegaskan akan terus mengawal penggunaan anggaran negara agar pembangunan infrastruktur di wilayah perbatasan benar-benar berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
(Elias)