DIDUGA TIPU PULUHAN JUTA DENGAN MODUS “JALUR KERJA” PEMKOT DEPOK, NAMA BU SITI DISOROT!

Sorotfakta, com-DEPOK — Dugaan penipuan bermodus perekrutan kerja mencuat di Kota Depok. Sejumlah warga mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah setelah menyerahkan uang kepada perempuan yang dikenal dengan nama Bu Siti, yang disebut-sebut mengaku memiliki akses sebagai pegawai/humas di lingkungan Pemkot Depok.
Sedikitnya tujuh nama disebut sebagai korban, yakni Ahmad Zain Yaziddin, Rizky Yanuar, Ryan Martian Z, Noni Tri Wulandari, Muhamad Fardhan Fareza, Rengga Frilian, dan Alfrian.
Para korban mengaku dijanjikan pekerjaan di sejumlah instansi, di antaranya Damkar, Dinas Pendidikan, Dukcapil, Disnaker hingga pajak. Mereka juga menerima surat yang disebut sebagai surat keterangan penerimaan pegawai baru, tertanggal 6 Agustus 2026, yang mencantumkan nama pejabat dan staf Disnaker.

Ironisnya, pekerjaan yang dijanjikan tak kunjung terealisasi. Saat korban mempertanyakan kepastian kerja, komunikasi dengan Bu Siti disebut justru diputus dan nomor korban diduga diblokir.

Salah satu korban mengungkapkan, Bu Siti bahkan pernah mengaku bahwa dirinya hanya berperan sebagai “calo atau penghubung pejabat” bagi orang yang ingin masuk kerja, namun pejabat yang dimaksud tidak disebutkan.

Lebih serius lagi, korban mengaku Bu Siti pernah menyampaikan bahwa dirinya pernah ditangkap terkait perkara senilai Rp100 juta. Pernyataan tersebut kini menjadi bagian dari keterangan yang diminta korban untuk diuji dan diklarifikasi aparat.

Korban juga mengaku pernah mendapat pesan bernada menantang ketika menyampaikan rencana pelaporan ke polisi.

Pertanyaannya: siapa sebenarnya Bu Siti dan dari mana surat penerimaan pegawai tersebut berasal? Apakah benar ada oknum pejabat atau pegawai Pemkot Depok yang terlibat, atau justru nama serta jabatan mereka dicatut?

Para korban meminta Polsek/Polres Metro Depok dan Pemkot Depok segera melakukan penyelidikan, memeriksa aliran uang, memverifikasi keaslian surat, serta mengusut kemungkinan adanya jaringan dan pihak lain yang terlibat.

Jika terbukti, dugaan praktik memperdaya warga dengan mengatasnamakan pejabat atau institusi pemerintah bukan perkara sepele. Aparat diminta jangan menunggu korban bertambah. Usut sampai tuntas dan bongkar siapa aktor di balik dugaan permainan “jalur kerja” tersebut.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Bu Siti maupun pihak-pihak yang namanya disebut dalam pemberitaan ini.
(Yudi)